“ Ah capek! Dah semuanya gw lakuin tetep aja begini- begini! “
Ungkapan yang sering kita dengar dari setiap insan muda ditanah air dengan atau tanpa sadar. Kaum urban (younger) biasa lebih peka (sensitif) dalam hal-hal yang seperti ini. Mereka ibarat bom atom yang dapat diledakkan sewaktu-waktu. Ada ungkapan prokem barat ”The younger is winner but full of shits”
. Nah berangkat dari hal yang pernah kita alami, dengar, lihat tersebut. Bagaimana seharusnya program otak itu dirubah.
Hidup itu tidak linier. Hukum yang harus kita tegakkan dalam keseharian kita. Hidup yang dijalani ini tidak semua nya harus sesuai rencana. Tidak selalu begitu. Setidaknya dalam ketidaksinkronan rencana itu kita akan menemukan hal – hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Longway to nowhere, ungkapan barat prokem juga, selain tentunya judul album Teenage Death Star, indie band rock bandung. Dengan kita membebaskan alam pikiran kita dari suatu hukum keabsolutan sedangkan praktek dari hidup itu sendiri bersifat absurd maka kita akan lebih ikhlas dan siap menerima pil pahit dalam hidup ini. Tangguh manifesto dari runtutan diatas. Pada karya (Absurditas) yang disebut-sebut sebagai salah satu karya pemikiran yang elegan hingga era ini, Albert Camus menyatakan bahwa keabsurditas itu hal yang pokok dan massive dalam hidup kita. Kita tidak akan pernah bisa menghindar dari hal-hal yang bersifat absurd, bahwa inti pokoknya hidup dan beserta tinta-tinta perjalanannya mengandung hal –hal yang tidak akan selalu berkesesuain dengan logika semata, absurd konjungsi yang beliau pakai. Diantara pintu-pintu kehidupan inilah perlunya dialektika, penekanan pola berpikir yang diusung Tan Malaka. Hidup tidaklah linier atas dasar itu kita perlu menumbuhkan sikap ,pola pikir begini:
”Mantaf! Gak flat nih hidup gue! “
Syukuri yang ada. Bersyukur itu penting frens! Syukur itu dekat akan rasa ikhlas, beberapa darwis mengungkapkan itu. Rumi mengibaratkan syukur dengan anekdot begini:
Malaikat bebas karena pngetahuannya
Binatang bebas karena kebodohannya
Di antara keduanya manusia yang tetap berjuang.
Secara harfiah memang kita wajib berjuang menurut syair diatas. Makna tersiratnya kita diharuskan bersyukur atas apa yang kita jalani sekarang. Klise memang kata ini, tetapi dalam menatap kedepan menjadi sebuah obat ampuh bukan lagi klise semata. Saya, anda dan yang lain pasti pernah mengalami keadaan dimana kita berada dalam point terendah dalam hidup ini. Breakdown point orang ekonomi biasa katakan. Pada momen ini kita merasa hidup telah hancur, hampa, frustasi. Saat kita harus meng-gas-kan lagi perjalanan hidup ini maka ditengah-tengah perjalanan “kereta baru” itu selanjutnya kita mulai berikrar: “Bersyukur gw, masih bisa lanjut!” Nah statement seperti ini bermakna kita telah mulai menata kehidupan baru dengan obat klise tadi. Memang peningkatan hidup perlu, dalam prosesnya itu diharuskan. Hanya saja jangan sampai ada unsur paksa disini. Kawan saya pernah berujar:
“Kalo gw gak habisiin, sayang (nasi) mubazir. Kalo gw makan jadi penyakit…”
Sederhana, menohok, dan penuh makna statement beliau. Pada konteks ini perlu hadirnya suatu keikhlasan tadi yang bertetangga erat dengan syukur tadi. Jadi, apapun yang terjadi pada fase lalu, sekarang dan akan datang dalam bab kehidupan kita coba kita goreskan tinta ini sekali saja, tapi akan berbekas kekal.
Be rock n’ roll don’t too pop! Lagi-lagi ungkapan slank dari negeri seberang. Saya dapatkan ini dari sebuah film daratan Ratu Elizabeth. Sebelumnya, kalau diantara kita ada yang berujar:
“ Barat mulu referensinya, mana timurnya? ”
Ini hanya sebuah kebetulan dalam penulisan “mind sharing” ini, bukan suatu yang di plot skenarionya.
Lanjut! Ungkapan diatas bagi sebagian kita yang hidup di daratan timur pada peta dunia memang terkesan kasar, urakan, pointless menurut beberapa kaum urban. Sebenarnya ungkapan diatas memaknai hidup ini dengan sindiran yang “nonjok” (koskat kini-urban) yang dikemas dengan bahasa slank. Dalam perjalanan hidup ini kita biasanya sering teringat akan kenangan masa lalu yang indah, meratapi kesusahan yang sekarang. Pada memor yang mengasyikkan dari buku Sindhunata, Mbok Amat langsung “menikam” sang penulis dengan statement beliau yang polos:
“ wah nak! Sapa yang mau susah?. Tapi yang ada harus dicukup-cukupkan (sambil ketawa)…”
Membaca ini tersayat nurani saya dan seperti ditembak kepala belakang! Wanita tua dari Yogya tepatnya warga Kali Serang, Kulonprogro. Penuturan yang polos, in direct, dan tajam. Itu yang coba sang penulis ingin katakan kepada sang pembacanya. Potret wanita biasa yang dijadikan cermin untuk kehidupan kita agar kita tidak mellow dalam hidup dan jadi tidak biasa. Beliau berusaha tegar akan terjalnya batu karang hidupnya (dengan ketawa) sambil tetap menggendong batu-batu besar dari kali tersebut untuk menyambung hidupnya. Pada titik tertentu kita pasti akan menangis sebagai luapan emosional negatif kita. Disinilah jargon diatas tadi berafiliasi dalam kultur timur. Semua yang terjadi, dan akan terjadi sebenarnya telah di “masak” dalam alam bawah sadar kita. Keyakinan ini yang dikibarkan Psikoanalisis dengan Sigmund Freud sang kreator ulungnya. Kenangan masa lampau, meratapi hidup sekarang, dan berencana akan masa depan itu semua terekam, terstimulan, terproses pada alam bawah sadar yang kemudian teraktualisasikan pada alam nyata. Visualisasi pencarian jiwa juga diabadikan juga oleh I. Bregmann dalam Seventh Seal. Lakon pria yang protagonist berakhir tragis.
Menjadi rock n’ roll bukan dengan memakai baju band-band luar atau celana jeans ketat pensil yang sedang in, tetapi mempunyai sikap dan pola pikir yang kreatif, non linier, dan tangguh. Itu pointnya! Pop dimaksudkan jangan lah kita terlalu berjalan dalam suatu hukum absolut dan keteraturan, ingat hidup tidak linier! Dengan panji-panji western life ini kita akan bermentalkan baja kualitas terbaik (kualitas super!). Yang dengan sendirinya menggiring kita bahwa jargon ala barat dengan potret Mbok Amat didalamnya berkesusaian dengan fase kehidupan yang telah dan akan terjalani selanjutnya. Dan pada akhirnya kita akan berujar:
“ YES! Gw settle ama hidup gw sekarang! “
:::
YES ialah tulisan yang dillihat oleh Lennon pada atap langit sebuah galeri sebelum akhirnya berkenalan dan menikahi Yoko Ono. YES = OPTIMISME.
Idris said,
20/11/2010 at 11:06 AM
quote-nya keren gan..
yasridanko said,
20/11/2010 at 2:45 PM
tengkiu mi! btw, yang mana neh gan ?
Albert_Mag said,
21/11/2010 at 1:19 AM
Buset….satu langkah lagi bisa jadi novel atau buku yang laris di pasaran…..gw bangga liat temen Gw yang brubah drastis seperti ini…gw harap ini perubahan positif bukan sebuah depresi yang mematikan….
Btw keren Sob…..gw suka….pencerahan bwt gw…..
return to the Lord, let the Lord lead our way
yasridanko said,
22/11/2010 at 10:01 AM
thanks beto! haha, novel it’s too much expectation brader.
Yup keep movin’ on. Magnus you are MAGNUM ;D
enwa said,
22/11/2010 at 10:39 PM
walah..
yasridanko said,
23/11/2010 at 8:10 PM
hooi! mister enwa was here..tokcer!