Money Can’t buy me love.

Membaca judul tulisan sederhana diatas, pastilah otak kita kan me-retrieve pada lagu Beatles yang populer itu. Bukan! Tulisan ini bukan membahas lagu, apalagi menyaingin tulisan terahir Bung Oki yang merajuk itu. Tidak sama sekali. Hanya menyegarkan ingatan yang mulai karatan akan  hal yang seringkali bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari kita. UANG.

Era modern sekarang uang bukan hanya sebagai alat pembayar tetapi telah menjadi mastermind of culture living. Yup! bagaimana uang dapat mengubah “cicak” menjadi “buaya”. Hati terbesit ketika tak lama ini menerima telepon yang membuat otak malas saya dalam menulis setelah sekian lama tiba-tiba seperti ditembak otak belakang saya.  Berikut percakapan sederhana dua manusia muda:

Johan:  “Eoi! lama gak ketemu niih ma lo Jon! pa kabar lo? “

Jonny: “baek, lo ndiri gimana han? gimana gawe? “

Johan: “baik. eh! gua dengar lo kerja di pulau seberang sana, bener gk tuh? “

Jonny: “iya dong!masih hijau gua mah, baru jalan dua tahun..”

Johan: “oo, lumayan hijau yah! “(senyum simpul)

Jonny : “nah lo ndiri gimana? masih gawe dikota ini? pindah dong!”

Johan: “yoii! pindah? ngikut jejak lo? pindah ke pulau seberang, ladang duit”

Jonny: “yoi boii! kerja 18jam sehari duit gede. Gua mah dulu jg males kek lo, tapi duitnye boii. Seger! ” (tertawa puas)

Johan : ” iya gua jalani dulu gawe yg sekarang. cocok gua pindah..”

Jonny: ” dah gak pake cocok2an. Langsung move on boii!..”

Johan: ” eiits! tar dulu boii. makan aja kudu cocok. Ngepas, kerja juga dong..”

Jonny: ” srah lo dah. gua cuma bilang: DUIT ITU SEGER! “

Johan: ” hahaha! “

Percakapan diatas itu tentu sering kita dapati dalam keseharian kita. Entah dimana waktu. Entah dimana ruangnya. Percakapan diatas melakoni satu lakon: UANG. Nah! bagaimana anda sekalian menanggapi bila ini terjadi dalam hidup anda? Bila anda digoda oleh uang? posisi berkelas? Tanpa anda tahu anda cocok atau ngepas dengan godaan tersebut.

Orang bekerja karena butuh kegiatan. Ada ruang yang terisi didalamnya. Suasana baru. Kenalan baru. Petualangan baru. Dan uang didalamnya merupakan “bonus” dari itu semua. Tapi perubahan diri, perubahan ruang yang mengakhiri pada petualangan hidup yang membuat seseorang menjadi MAN or WOMAN .

Jadi apapun profesi anda, status anda, kedudukan anda. Berapapun uang didalam dompet anda. Bekerjalah dengan hati, penuh cinta. Klise banget yah! Saya tidak sedang memotivasi karena “ your deep heart is your motivation “ begitu orang bijak berujar. Pindah lah, move on better job carrier coz you’ve love it. Jangan jadikan diri anda robot! Jangan rendahkan martabat demi uang. Tapi tinggikan martabat melalui karya. Lihatlah betapa Picasso dikagumi sebagai pelukis jenius yang pernah lahir dimuka bumi. Lihatlah betapa Hendrix digilai sebagai titisan dewa dalam mainkan gitar. Lihatlah betapa Ong dikenang sebagai pribadi yang menyenangkan semua pribadi. Kehidupan mereka memang tidak “lengkap” tapi karya lah yang membuat mereka lengkap. Jadi bila anda ingin pindah kerja. Karir. Buatlah sebuah karya dalam karir anda. Uang hanya bonus dari semuanya. Bila anda seorang yang besar, pastilah akan menjadi bonus besar. Sekedar info, dalam menulis ini saya pun telah dikontak kantor lain tuk posisi baru. Karir baru. Nah loh!

Tapi satu pesan saya frens: Make A Materpiece. And Money Can’t Buy Me Love…

I may not have a lot to give but what I got I’ll give to you

Tell me that you want the kind of thing that money just can’t buy

I don’t care too much for money, money can’t buy me love

Can’t buy me love, love

Can’t buy me love, no no no, no

:-D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.